Minggu, 25 September 2016

Apoteker yang gajinya paling besar ternyata ada di Apotek

"Beneran? Apa bisa Apoteker di Apotek Berpenghasilan 50 juta/bulan?"
Uang bagi kita hanyalah alat tukar produk barang & jasa, tidak lebih!

Kalimat di atas adalah sindiran dari 2 orang Medrep Ethical kepada saya, saat saya menolak bekerjasama sebagai Apotek Panel bagi dokter mereka.
Saya membutuhkan waktu hampir 1 jam untuk menjelaskan ikhtiar saya dengan alih-alih menjadi Apotek Panel sesuai bujukan mereka.

Begini ceritanya,
Anda tahu berapa jumlah kepala keluarga yang menjadi syarat minimal lolos uji kelayakan pendirian sebuah retail waralaba? Ya, 3000 KK. Bila ada 3000 KK dengan pembelian rata-rata Rp 500.000,00 sebulan/KK, omzet retail waralaba itu minimal 1,5 Milyar/bulan. Apa mungkin sebesar itu?
Kenapa tidak? Saya tidak akan merinci satu per satu, silakan perhatikan pertumbuhan outlet waralaba itu..dahsyat sekali, terus bertambah..artinya potensial menguntungkan dong..kan banyak yang mau untung bersama waralaba ini..Dan tentu prestasi waralaba retail ini dapat tercapai karena support system yang kuat dalam branding, marketing, producing, dan service dari waralaba tersebut.
Trus kalau Apotek bagaimana? Apotek waralaba juga ada, sama saja dong..begitu maksudnya? Gini lho..Mas Arif, Kalau omzet apoteknya besar, belum tentu Apotekernya digaji besar,kan? Belakangan ini ada ikhtiar yang baik dari pengurus daerah IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) di beberapa tempat yang telah menetapkan standar gaji / jasa profesi Apoteker.
Betul bahwa standar penghasilan itu memang masih berupa anjuran, betul bahwa belum ada advokasi dari organisasi IAI, dan betul juga bahwa tidak semua PSA bersedia mengikuti aturan tersebut. Namun upaya ini adalah bentuk kejelasan posisi tawar seorang Apoteker. Lalu bila ternyata tetap tidak bisa mendapat gaji yang layak, apa berarti harus punya Apotek sendiri?
Good, Anda mulai menangkap maksud saya. Betul sebaiknya punya apotek sendiri, pun bila bekerjasama, Anda tetap harus yakin mendapatkan imbal jasa yang besarannya sesuai dengan ikhtiar profesional dari pelayanan farmasi Anda.
Uang jasa ini pure hak apoteker & diluar margin apotek, ini yang harus kita sepakati bersama termasuk pembuatan Key Performance Indikator (KPI) sehingga Apoteker maupun PSA sama-sama diuntungkan atau tidak ada yang mendzalimi. Karena kita ingin keadilan menghilangkan kedzaliman dalam profesi ini.
Baik, kata pak Laksita Suhud, kita harus punya gambaran tentang target omzet dan langkah strategis untuk mewujudkan omzet tersebut. Disini, saya akan berikan ilustrasi ringan tentang 3 pilar pemasukan / penghasilan apoteker yang tidak tergantung pada omzet Apotek tetapi tergantung pada kemauan dan kemampuan apoteker dalam menjual jasa-nya. Alhamdulillah telah mulai berjalan di Apotek saya & secara perlahan tapi pasti telah menunjukkan kenaikan bagi pemasukan saya sebagai Apoteker.
Pertama, Insentif produk unggulan.
Insentif produk tertentu. Umumnya beberapa produk (khususnya obat herbal, supplemen makanan dan multivitamin) akan memberikan diskon tambahan dalam periode pembelian atau volume omzet tertentu. Insentif ini ada yang tercantum di faktur (on faktur) ada yang tidak (off faktur). Insentif off faktur biasanya mengundang kecurangan karena tidak ada kontrol dari pihak lain. Bahkan di beberapa Apotek telah terjadi Apotek di dalam Apotek, yaitu terjadi transaksi tapi yang dijual bukan barang Apotek & uangnya juga bukan masuk ke omzet penjualan Apotek. Ribet ya? Lha..ada gula ada semut, insyaAllah di bab berikutnya saya lampirkan contoh rekrutmen SDM yang berkualitas dan jujur, sehingga hal di atas dapat dicegah.
Di apotek Nh Beji, saya mendapat diskon volume sampai 40% produk herbal tertentu & diskon hingga 50% untuk produk alat kesehatan. Misal dalam 1 bulan, saya berhasil menjual madu anak dengan harga eceran 23 ribu sebanyak 6 karton (156 botol / 5 botol per hari) dan saya akan mendapatkan diskon tambahan 5000 rupiah per botol atau total insentif 800 ribu per bulan. Ini baru 1 produk lho.. kalau ada beberapa produk dengan beberapa jalur distribusi (Apotek, Online shop, dan sales marketing) hitungan labanya insyaAllah bisa lebih banyak lagi.
Kedua, Insentif konsultasi.
Anda bisa pampang di depan meja konsultasi Apoteker, bahwa konsultasi cara pakai obat, cara menyimpan obat, dan sebagainya.. beaya 2.500 rupiah per konsultasi. Kalau ada 100 orang konsultasi sehari (dari 150 pengunjung misalnya), Apoteker akan dapat Rp 250.000,00/hari atau 7,5 juta per bulan.
Tentu ini tidak flat, kadang bisa lebih tinggi bahkan bisa jauh lebih rendah. Saya pribadi tidak selalu mengenakan charge konsultasi, saya pertimbangkan juga kondisi pasiennya (kami bertetangga & sedikit banyak saya tahu kondisi perekonomian pelanggan saya). Ada Apoteker di apotek lain yang menerapkan charge konsultasi lebih besar, misal 5.000 sampai 10.000 rupiah, ya silakan. Nilai 2500 ini cukup ideal, yaitu sekitar 10 persen dari total jumlah transaksi rata-rata per pasien. Artinya, kalau transaksi rata-rata per pelanggan hanya sekitar 15 ribu maka charge konsultasinya sekitar 1500 rupiah saja. Semua insentif ini hak apoteker, PSA tidak boleh ngiri ya.. hehehe..
Tekun : Uang kecil, bila terkumpul akan jadi banyak & berdaya.
Ketiga, Insentif Apotek Netto.
Baik, untuk pilar ke-3 ini, tolong siapkan kertas coretan dan pensil. Sebelum saya lanjutkan, apakah Anda punya sekurang-kurangnya 1000 pelanggan loyal yang membeli di apotek Anda setiap bulannya? Jika iya, berapa total transaksi mereka? Berapa kali mereka datang dalam sebulan? Seberapa puas mereka memanfaatkan layanan apotek Anda? Dan berapa banyak pelanggan baru yang datang setiap bulannya? Jika Anda belum punya pelanggan loyal, maka cari dulu doong.. repot nanti hitungannya..hehehe..but it’s OK, saya ingin menekankan bahwa penting bagi Apotek memiliki penggan tetap yang loyal.
Pertanyaan di atas sangat penting untuk mengawali rencana penerapan layanan Apotek Netto. Apotek Netto adalah apotek yang menjual produk sesuai dengan harga netto konsumen (HNK). Yaitu harga netto apotek (HNA) ditambah PPN 10%, ditambah beaya operasional umum, dan ditambah biaya delivery service (jika ada). HNK tentu lebih murah dari harga pasaran apotek pada umumnya dan harga ini memiliki syarat / ketentuan yang berlaku, yaitu diberikan oleh apoteker. Nah, karena diberikan oleh Apoteker, maka Anda hanya membayar jasa apoteker-nya saja tanpa terbebani oleh margin laba yang ditentukan oleh pebisnis apotek. Agak bingung?
Begini, kalau Anda pergi ke dokter, diperiksa, diintrepretasi hasil laboratorium kliniknya, didiagnosa penyakitnya, dan diberikan resep dokter untuk ditebus di apotek. Anda bayar untuk harga stetoskop atau harga jasa profesional (ilmu pengetahuan) dokternya? Oke, mulai kebayang kan..bahwa Apotek Netto tidak memandang obat sebagai komoditi barang dagangan, namun obat sebagai alat terapi. Sehingga Anda cukup bayar HNK saja, tanpa terbebani oleh margin laba dari apotek. Sama saja, dong? Tentu saja tidak, dalam Apotek Netto, profesional apoteker, pemilik bisnis dan pelanggan insyaAllah sama-sama diuntungkan.
Baik, agar tidak terlihat sebagai konsep yang utopia, saya akan jabarkan teknis pelaksanaan Apotek Netto secara singkat dan semoga dapat membangun pemahaman yang benar bagi kita semua. Simak ya...prinsipnya, pelanggan, investor Apotek & Apoteker harus untung. Catet!
Persiapan & strategi penerapan dari sisi internal Apotek.
  1. Tentukan 200 barang terlaris di Apotek Anda
Anda dapat menggunakan software yang dapat membantu menentukan barang-barang dalam kriteria terlaris. Barang-barang yang laris dan diminati dapat menjadi kekuatan apotek untuk menutup beaya operasional dan memberi keuntungan maksimal kepada investor (PSA) melalui program diskon volume dari supplier.
  1. Buatlah SOP pelayanan yang super bagus
SOP ini penting untuk meningkatkan kepuasan pelanggan loyal dan menambah jumlah pelanggan loyal pada beberapa periode ke depan.
  1. Bangunlah budaya disiplin & transparansi dalam keuangan (insentif)
Budaya disiplin yang baik termasuk mencatat setiap transaksi yang terjadi, termasuk beaya sampah, pengemis, dan beaya keamanan. Transparansi dalam insentif keuangan akan meningkatkan kinerja dan menghindarkan konflik yang potensial terjadi karena setiap karyawan mendapatkan insentif yang setimpal dengan kinerjanya.
  1. Buatlah kesepakatan tertulis antara Apoteker, asisten apoteker, dan PSA dalam penerapan Apotek Netto
Komunikasi yang baik perlu dibangun antara investor (PSA), apoteker, dan asisten apoteker agar konflik tidak terjadi dan masing-masing menerima pembayaran jasa yang pantas.
  1. Hitung semua beaya tambahan dan tentukan Harga Netto Konsumen (Maksimal 5% dari HNA+PPN).
Kenapa 5%? Sebenarnya angka ini adalah nilai margin umum dalam bisnis grosir yang bisa kita gunakan sebagai acuan HNK bagi konsumen. Prinsipnya, dengan bergabung sebagai pelanggan utama Apotek Netto, mereka mendapatkan harga terendah di pasar. Ini yang membedakan Apotek Netto dan Apotek Konvensional yang mengambil margin sebagai patokan sesuai harga eceran tertinggi yang tercantum di kemasan obat.

Sampai disini, apakah Anda telah merasakan betapa detail dan rumitnya penerapan Apotek Netto? Oke, tetap optimis ya, karena ada yang lebih rumit dalam edukasi pasar tentang Apotek Netto. Berikut ini adalah persiapan & strategi penerapan dari sisi eksternal Apotek, yaitu:
  1. Buatlah materi lengkap tentang edukasi Apotek Netto.
  2. Tentukan Supplier yang lengkap, handal adn kompetitif harganya.
  3. Petakan target pasar Apotek Netto, secara demografi dan interaksi sosial
  4. Kemudian pastikan Anda memiliki data lengkap 1000 KK pelanggan loyal Apotek.
  5. Tentukan nilai transaksi setiap pelanggan apotek dan kelompokkan nilai rata-rata transaksi dalam 3 periode, yaitu 1 bulan, 3 bulan, dan 1 tahun.
  6. Tawarkan konsep Apotek Netto kepada pelanggan loyal Anda
  7. Besaran jasa konsultasi, dibagi menjadi 3 periode. Yaitu :
    1. Insentif Program A : Rp 50.000,00 per bulan per KK
    2. Insentif Program B : Rp 90.000,00 per 3 bulan per KK
    3. Insentif Program C : Rp 150.000,00 per 6 bulan per KK
  8. Konsisten pada pelayanan dan upaya memberikan nilai lebih bagi konsumen.
Baik, bagaimana Insentif jasa ini akan bekerja?
Anda harus meyakinkan setidaknya pada 1 bulan pertama, ada 50 orang untuk ikut program A, 250 orang ikut program B, dan 700 orang ikut program C. Artinya, pemasukan jasa konsultasi Anda selama 6 bulan ke depan adalah
  1. 25 orang x Rp 50.000,00 = Rp 1.250.000,00
  2. 275 orang x Rp 90.000,00 = Rp 24.750.000,00
  3. 700 orang x Rp 150.000,00 = Rp 105.000.000,00
Total Pemasukan Jasa Insentif Apotek Netto = Rp 131.000.000,00 per 6 bulan
Atau 21,8 juta per bulan (dari 1000 pelanggan yang loyal)
Bagaimana bila Anda dapat mewujudkan 3000 pelanggan yang loyal seperti kriteria sukses waralaba retail yang telah saya sampaikan di awal tulisan sub-bab ini?
Ya, insyaAllah 50 juta per bulan akan terlampaui. Benar, karena bersifat jasa sehingga 50 juta per bulan ini menjadi keuntungan atau penghasilan Apoteker sepenuhnya (berdasarkan ilmu yang dia pelajari dan dia praktikkan).
Pekerjaan Kefarmasian di Apotek Netto ini sangat banyak membutuhkan dukungan teknis dan saya menyarankan ada 2 orang tenaga teknis kefarmasian di setiap 1000 pelanggan loyal. Anda bisa mengalokasikan gaji asisten apoteker sebesar 10-15% dari total omzet jasa yang berhasil Anda realisasikan. Misalnya bila Anda merealisasikan insentif sebesar 21,8 juta per bulan, maka Anda bisa menggaji asisten apoteker Anda sebesar 2,2 juta sampai 3,3 juta per bulan (kisaran). Saya sangat menyarankan sistem insentif ini dikerjakan dengan tim yang solid dan terdokumentasi dengan baik.
Detailnya, semoga kita bisa bertemu lain waktu ya.. atau bisa kontak saya untuk asistensi lebih intensif.

Pembicaraan itu saya tutup, saya lihat muka MedRep itu melongo..
"Masih ga logis, Mas Arif. ini cuma mimpi..."
"Iya, karena Anda pakai kacamata Anda. try to see in my way.. tidak ada yang instant... berproses...misalnya saya target 3 kali visite setiap harinya.. perlahan... seperti kata guru saya Pak Laks bahwa tidak masalah berapapun pendapatan yang Anda inginkan..buatlah narasi-nya & kerjakan.", kemudian saya lanjutkan...
"Mas, saya sedang membangun bisnis saya dan saya hanya ingin menyampaikan bahwa tawaran bisnis panel Anda sama sekali tidak menggiurkan. Ini nomor hape saya, bisa di WhatsApp, 0813-2962-5655 kalau-kalau Anda ingin lebih jelas di kemudian hari."
"Baik, saya simpan nomor mas Arif, saya ingin tahu  tentang Apotek Netto."
kemudian MedRep itu pergi ditengah rintik hujan.
Alhamdulillaah.

1 komentar:

  1. Bagus P Arif, out of the box, tapi bener2 menginspirasi. Bismillah jadi ada ide unt bisa meningkatkan omzet dari bisnis apotek.

    BalasHapus