"Beneran? Apa bisa Apoteker di Apotek Berpenghasilan 50 juta/bulan?"
![]() |
| Uang bagi kita hanyalah alat tukar produk barang & jasa, tidak lebih! |
Kalimat di atas adalah sindiran dari 2 orang Medrep Ethical kepada saya, saat saya menolak bekerjasama sebagai Apotek Panel bagi dokter mereka.
Saya membutuhkan waktu hampir 1 jam untuk menjelaskan ikhtiar saya dengan alih-alih menjadi Apotek Panel sesuai bujukan mereka.
Begini ceritanya,
Anda
tahu berapa jumlah kepala keluarga yang menjadi syarat minimal lolos
uji kelayakan pendirian sebuah retail waralaba? Ya, 3000 KK. Bila ada
3000 KK dengan pembelian rata-rata Rp 500.000,00 sebulan/KK, omzet
retail waralaba itu minimal 1,5 Milyar/bulan. Apa mungkin sebesar
itu?
Kenapa
tidak? Saya tidak akan merinci satu per satu, silakan perhatikan
pertumbuhan outlet waralaba itu..dahsyat sekali, terus
bertambah..artinya potensial menguntungkan dong..kan banyak yang mau
untung bersama waralaba ini..Dan tentu prestasi waralaba retail ini
dapat tercapai karena support
system
yang kuat dalam branding,
marketing, producing,
dan service
dari waralaba tersebut.
Trus
kalau Apotek bagaimana? Apotek waralaba juga ada, sama saja
dong..begitu maksudnya? Gini lho..Mas Arif, Kalau omzet apoteknya
besar, belum tentu Apotekernya digaji besar,kan? Belakangan ini ada
ikhtiar yang baik dari pengurus daerah IAI (Ikatan Apoteker
Indonesia) di beberapa tempat yang telah menetapkan standar gaji /
jasa profesi Apoteker.
Betul
bahwa standar penghasilan itu memang masih berupa anjuran, betul
bahwa belum ada advokasi dari organisasi IAI, dan betul juga bahwa
tidak semua PSA bersedia mengikuti aturan tersebut. Namun upaya ini
adalah bentuk kejelasan posisi tawar seorang Apoteker. Lalu bila
ternyata tetap tidak bisa mendapat gaji yang layak, apa berarti harus
punya Apotek sendiri?
Good,
Anda mulai menangkap maksud saya. Betul sebaiknya punya apotek
sendiri, pun bila bekerjasama, Anda tetap harus yakin mendapatkan
imbal jasa yang besarannya sesuai dengan ikhtiar profesional dari
pelayanan farmasi Anda.
Uang
jasa ini pure
hak apoteker & diluar margin apotek, ini yang harus kita sepakati
bersama termasuk pembuatan Key
Performance Indikator (KPI)
sehingga Apoteker maupun PSA sama-sama diuntungkan atau tidak ada
yang mendzalimi. Karena kita ingin keadilan menghilangkan kedzaliman
dalam profesi ini.
Baik,
kata pak Laksita Suhud, kita harus punya gambaran tentang target
omzet dan langkah strategis untuk mewujudkan omzet tersebut. Disini,
saya akan berikan ilustrasi ringan tentang 3 pilar pemasukan /
penghasilan apoteker yang tidak tergantung pada omzet Apotek tetapi
tergantung pada kemauan dan kemampuan apoteker dalam menjual
jasa-nya. Alhamdulillah telah mulai berjalan di Apotek saya &
secara perlahan tapi pasti telah menunjukkan kenaikan bagi pemasukan
saya sebagai Apoteker.
Pertama,
Insentif produk unggulan.
Insentif
produk tertentu. Umumnya beberapa produk (khususnya obat herbal,
supplemen makanan dan multivitamin) akan memberikan diskon tambahan
dalam periode pembelian atau volume omzet tertentu. Insentif ini ada
yang tercantum di faktur (on faktur) ada yang tidak (off faktur).
Insentif off faktur biasanya mengundang kecurangan karena tidak ada
kontrol dari pihak lain. Bahkan di beberapa Apotek telah terjadi
Apotek di dalam Apotek, yaitu terjadi transaksi tapi yang dijual
bukan barang Apotek & uangnya juga bukan masuk ke omzet penjualan
Apotek. Ribet ya? Lha..ada gula ada semut, insyaAllah di bab
berikutnya saya lampirkan contoh rekrutmen SDM yang berkualitas dan
jujur, sehingga hal di atas dapat dicegah.
Di
apotek Nh Beji, saya mendapat diskon volume sampai 40% produk herbal
tertentu & diskon hingga 50% untuk produk alat kesehatan. Misal
dalam 1 bulan, saya berhasil menjual madu anak dengan harga eceran 23
ribu sebanyak 6 karton (156 botol / 5 botol per hari) dan saya akan
mendapatkan diskon tambahan 5000 rupiah per botol atau total insentif
800 ribu per bulan. Ini baru 1 produk lho.. kalau ada beberapa produk
dengan beberapa jalur distribusi (Apotek, Online shop, dan sales
marketing) hitungan labanya insyaAllah bisa lebih banyak lagi.
Kedua,
Insentif konsultasi.
Anda
bisa pampang di depan meja konsultasi Apoteker, bahwa konsultasi cara
pakai obat, cara menyimpan obat, dan sebagainya.. beaya 2.500 rupiah
per konsultasi. Kalau ada 100 orang konsultasi sehari (dari 150
pengunjung misalnya), Apoteker akan dapat Rp 250.000,00/hari atau 7,5
juta per bulan.
Tentu
ini tidak flat, kadang bisa lebih tinggi bahkan bisa jauh lebih
rendah. Saya pribadi tidak selalu mengenakan charge konsultasi, saya
pertimbangkan juga kondisi pasiennya (kami bertetangga & sedikit banyak saya tahu kondisi perekonomian pelanggan saya). Ada Apoteker di apotek lain yang menerapkan charge konsultasi
lebih besar, misal 5.000 sampai 10.000 rupiah, ya silakan. Nilai 2500
ini cukup ideal, yaitu sekitar 10 persen dari total jumlah transaksi
rata-rata per pasien. Artinya, kalau transaksi rata-rata per
pelanggan hanya sekitar 15 ribu maka charge konsultasinya sekitar
1500 rupiah saja. Semua insentif ini hak apoteker, PSA tidak boleh
ngiri ya.. hehehe..
![]() |
| Tekun : Uang kecil, bila terkumpul akan jadi banyak & berdaya. |
Ketiga,
Insentif Apotek Netto.
Baik,
untuk pilar ke-3 ini, tolong siapkan kertas coretan dan pensil.
Sebelum saya lanjutkan, apakah Anda punya sekurang-kurangnya 1000
pelanggan loyal yang membeli di apotek Anda setiap bulannya? Jika
iya, berapa total transaksi mereka? Berapa kali mereka datang dalam
sebulan? Seberapa puas mereka memanfaatkan layanan apotek Anda? Dan
berapa banyak pelanggan baru yang datang setiap bulannya? Jika Anda
belum punya pelanggan loyal, maka cari dulu doong.. repot nanti
hitungannya..hehehe..but it’s OK, saya ingin menekankan bahwa
penting bagi Apotek memiliki penggan tetap yang loyal.
Pertanyaan
di atas sangat penting untuk mengawali rencana penerapan layanan
Apotek Netto. Apotek Netto adalah apotek yang menjual produk sesuai
dengan harga netto konsumen (HNK). Yaitu harga netto apotek (HNA)
ditambah PPN 10%, ditambah beaya operasional umum, dan ditambah biaya
delivery
service (jika
ada). HNK tentu lebih murah dari harga pasaran apotek pada umumnya
dan harga ini memiliki syarat / ketentuan yang berlaku, yaitu
diberikan oleh apoteker. Nah, karena diberikan oleh Apoteker, maka
Anda hanya membayar jasa apoteker-nya saja tanpa terbebani oleh
margin laba yang ditentukan oleh pebisnis apotek. Agak bingung?
Begini,
kalau Anda pergi ke dokter, diperiksa, diintrepretasi hasil
laboratorium kliniknya, didiagnosa penyakitnya, dan diberikan resep
dokter untuk ditebus di apotek. Anda bayar untuk harga stetoskop atau
harga jasa profesional (ilmu pengetahuan) dokternya? Oke, mulai
kebayang kan..bahwa Apotek Netto tidak memandang obat sebagai
komoditi barang dagangan, namun obat sebagai alat terapi. Sehingga
Anda cukup bayar HNK saja, tanpa terbebani oleh margin laba dari
apotek. Sama saja, dong? Tentu saja tidak, dalam Apotek Netto,
profesional apoteker, pemilik bisnis dan pelanggan insyaAllah
sama-sama diuntungkan.
Baik,
agar tidak terlihat sebagai konsep yang utopia, saya akan jabarkan
teknis pelaksanaan Apotek Netto secara singkat dan semoga dapat
membangun pemahaman yang benar bagi kita semua. Simak
ya...prinsipnya, pelanggan, investor Apotek & Apoteker harus
untung. Catet!
Persiapan
& strategi penerapan dari sisi internal Apotek.
- Tentukan 200 barang terlaris di Apotek Anda
Anda dapat
menggunakan software yang dapat membantu menentukan barang-barang
dalam kriteria terlaris. Barang-barang yang laris dan diminati dapat
menjadi kekuatan apotek untuk menutup beaya operasional dan memberi
keuntungan maksimal kepada investor (PSA) melalui program diskon
volume dari supplier.
- Buatlah SOP pelayanan yang super bagus
SOP ini penting
untuk meningkatkan kepuasan pelanggan loyal dan menambah jumlah
pelanggan loyal pada beberapa periode ke depan.
- Bangunlah budaya disiplin & transparansi dalam keuangan (insentif)
Budaya disiplin yang
baik termasuk mencatat setiap transaksi yang terjadi, termasuk beaya
sampah, pengemis, dan beaya keamanan. Transparansi dalam insentif
keuangan akan meningkatkan kinerja dan menghindarkan konflik yang
potensial terjadi karena setiap karyawan mendapatkan insentif yang
setimpal dengan kinerjanya.
- Buatlah kesepakatan tertulis antara Apoteker, asisten apoteker, dan PSA dalam penerapan Apotek Netto
Komunikasi yang baik
perlu dibangun antara investor (PSA), apoteker, dan asisten apoteker
agar konflik tidak terjadi dan masing-masing menerima pembayaran jasa
yang pantas.
- Hitung semua beaya tambahan dan tentukan Harga Netto Konsumen (Maksimal 5% dari HNA+PPN).
Kenapa 5%?
Sebenarnya angka ini adalah nilai margin umum dalam bisnis grosir
yang bisa kita gunakan sebagai acuan HNK bagi konsumen. Prinsipnya,
dengan bergabung sebagai pelanggan utama Apotek Netto, mereka
mendapatkan harga terendah di pasar. Ini yang membedakan Apotek Netto
dan Apotek Konvensional yang mengambil margin sebagai patokan sesuai
harga eceran tertinggi yang tercantum di kemasan obat.
Sampai
disini, apakah Anda telah merasakan betapa detail dan rumitnya
penerapan Apotek Netto? Oke, tetap optimis ya, karena ada yang lebih
rumit dalam edukasi pasar tentang Apotek Netto. Berikut ini adalah
persiapan & strategi penerapan dari sisi eksternal Apotek, yaitu:
- Buatlah materi lengkap tentang edukasi Apotek Netto.
- Tentukan Supplier yang lengkap, handal adn kompetitif harganya.
- Petakan target pasar Apotek Netto, secara demografi dan interaksi sosial
- Kemudian pastikan Anda memiliki data lengkap 1000 KK pelanggan loyal Apotek.
- Tentukan nilai transaksi setiap pelanggan apotek dan kelompokkan nilai rata-rata transaksi dalam 3 periode, yaitu 1 bulan, 3 bulan, dan 1 tahun.
- Tawarkan konsep Apotek Netto kepada pelanggan loyal Anda
- Besaran jasa konsultasi, dibagi menjadi 3 periode. Yaitu :
- Insentif Program A : Rp 50.000,00 per bulan per KK
- Insentif Program B : Rp 90.000,00 per 3 bulan per KK
- Insentif Program C : Rp 150.000,00 per 6 bulan per KK
- Konsisten pada pelayanan dan upaya memberikan nilai lebih bagi konsumen.
Baik,
bagaimana Insentif jasa ini akan bekerja?
Anda
harus meyakinkan setidaknya pada 1 bulan pertama, ada 50 orang untuk
ikut program A, 250 orang ikut program B, dan 700 orang ikut program
C. Artinya, pemasukan jasa konsultasi Anda selama 6 bulan ke depan
adalah
- 25 orang x Rp 50.000,00 = Rp 1.250.000,00
- 275 orang x Rp 90.000,00 = Rp 24.750.000,00
- 700 orang x Rp 150.000,00 = Rp 105.000.000,00
Total Pemasukan Jasa
Insentif Apotek Netto = Rp 131.000.000,00 per 6 bulan
Atau 21,8 juta per
bulan (dari 1000 pelanggan yang loyal)
Bagaimana
bila Anda dapat mewujudkan 3000 pelanggan yang loyal seperti kriteria
sukses waralaba retail yang telah saya sampaikan di awal tulisan
sub-bab ini?
Ya,
insyaAllah 50 juta per bulan akan terlampaui. Benar, karena bersifat
jasa sehingga 50 juta per bulan ini menjadi keuntungan atau
penghasilan Apoteker sepenuhnya (berdasarkan ilmu yang dia pelajari
dan dia praktikkan).
Pekerjaan
Kefarmasian di Apotek Netto ini sangat banyak membutuhkan dukungan
teknis dan saya menyarankan ada 2 orang tenaga teknis kefarmasian di
setiap 1000 pelanggan loyal. Anda bisa mengalokasikan gaji asisten
apoteker sebesar 10-15% dari total omzet jasa yang berhasil Anda
realisasikan. Misalnya bila Anda merealisasikan insentif sebesar 21,8
juta per bulan, maka Anda bisa menggaji asisten apoteker Anda sebesar
2,2 juta sampai 3,3 juta per bulan (kisaran). Saya sangat menyarankan
sistem insentif ini dikerjakan dengan tim yang solid dan
terdokumentasi dengan baik.
Detailnya,
semoga kita bisa bertemu lain waktu ya.. atau bisa kontak saya untuk
asistensi lebih intensif.
Pembicaraan itu saya tutup, saya lihat muka MedRep itu melongo..
"Masih ga logis, Mas Arif. ini cuma mimpi..."
"Iya, karena Anda pakai kacamata Anda. try to see in my way.. tidak ada yang instant... berproses...misalnya saya target 3 kali visite setiap harinya.. perlahan... seperti kata guru saya Pak Laks bahwa tidak masalah berapapun pendapatan yang Anda inginkan..buatlah narasi-nya & kerjakan.", kemudian saya lanjutkan...
"Mas, saya sedang membangun bisnis saya dan saya hanya ingin menyampaikan bahwa tawaran bisnis panel Anda sama sekali tidak menggiurkan. Ini nomor hape saya, bisa di WhatsApp, 0813-2962-5655 kalau-kalau Anda ingin lebih jelas di kemudian hari."
"Baik, saya simpan nomor mas Arif, saya ingin tahu tentang Apotek Netto."
kemudian MedRep itu pergi ditengah rintik hujan.
Alhamdulillaah.



Bagus P Arif, out of the box, tapi bener2 menginspirasi. Bismillah jadi ada ide unt bisa meningkatkan omzet dari bisnis apotek.
BalasHapus