Selasa, 04 Oktober 2016

Cost Policy

Prioritas dan Kebijakan Pembiayaan Apotek
 
Penting : Cost Policy


Keuangan menjadi problem utama dalam hampir semua bisnis, khususnya Apotek. Masalah muncul bila kita gagal memperhitungkan semua pengeluaran dan pemasukan sehingga cashflow kita akan kolaps. Akibatnya, bisnis tidak dapat berfungsi dengan baik bahkan bisa gulung tikar. Ngeri, kan? masyaAllah..bayangkan Anda susah payah mengurus perizinan Apotek tapi terpaksa tutup karena arus cashflow finansial dan neraca keuangan yang tidak sehat. Nah, agar cashflow kita berjalan dengan baik kita harus menentukan prioritas dan kebijakan dalam pembiayaan Apotek.
Beaya-beaya yang mungkin muncul dalam bisnis Apotek yang telah saya urutkan berdasarkan prioritas. Saya beri penjelasan tentang urgensi pembiayaan ini, besaran normal dan strategi efisiensi yang saya terapkan di Apotek saya.
  • Beaya Karyawan
    • Beaya ini penting untuk memastikan kinerja dan kepercayaan pengelola Apotek terhadap managerial keuangan Apotek. Nilainya pantas & sebaiknya mampu memberikan insentif kepada para karyawan. Beaya peningkatan kompetensi karyawan juga bisa dianggarkan dari pos pembiayaan ini.
    • Efisiensi pembiayaan sangat tergantung dari kemampuan kita mengevaluasi kinerja karyawan sesuai key performance indicator yang telah ditetapkan di awal perjanjian kerja. Bila tidak sesuai dengan target, manager personalia harus tegas menegur, memotivasi dan mensupport karyawan.
    • Bila karyawan tetap bermasalah, sebaiknya manager personalia mengeluarkan karyawan tersebut. Ada hukum one to ten, yaitu seseorang yang dibayar 1 value gaji, tapi dapat memberikan kinerja 10 kali lipat dari value gaji-nya. Karyawan seperti ini yang harus dipelihara.

  • Beaya Listrik dan Air
    • Efisiensi beaya ini dilakukan dengan disiplin dalam penghematan air dan listrik. Hasil dari efisiensi beaya ini misalnya dapat digunakan untuk anggaran pembelian lampu darurat atau genset listrik di kemudian hari

  • Beaya Alat Tulis Kantor
    • Beaya ATK meliputi kertas, bahan habis pakai dari printer, pena, spidol, etiket, plastik pembungkus, kartu nama, dan sebagainya.
    • Beaya ini dapat ditekan dengan menggunakan palstik atau kertas re-use. Sepele memang, namun anggaran ini bisa membengkak bila tidak disiplin pengelolaannya.

  • Beaya Keamanan dan Lingkungan
    • Beaya ini sangat variatif, tergantung lokasi yang dipilih.
    • Saya mengumpulkan kertas bekas obat dan kardus pembungkus, kemudian saya reject (disobek-sobek) dan saya serahkan kepada tukang sampah sebagai rongsokan atau saya jual ke pengepul dan hasil penjualannnya untuk membiayai pengeluaran ini.

Warna-warni di bisnis...betul?

Beaya ini tentu sangat bervariasi tergantung kebutuhan dan kinerja Apotek. Ada juga Beaya Pajak, Beaya Delivery, dan sebagainya. Mungkin Anda juga mengeluarkan beaya lain dan semoga apa yang saya tulis dapat mewakili beaya-beaya yang muncul dalam bisnis Apotek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar