Selasa, 27 September 2016

Kill the time

Tips Menunggu Masa Penerbitan Surat Rekomendasi


Perbedaan lama waktu penerbitan surat rekomendasi praktik bagi Apoteker diketengahkan oleh instruktur sebagai salah satu studi kasus pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangkaian acara Latihan Kepemimpinan Profesi (LKP) 17 Januari 2016 di Area Wisata Keluarga Owabong Purbalingga. Perbedaan ini disebabkan oleh teknis pelaksanaan SPO dari PP IAI yang berbeda di setiap PC Kabupaten. Salah satu kesimpulan hasil diskusi tersebut adalah diadakannya harmonisasi antar PC se-karesidenan Banyumas Kedu, sehingga kendala teknis pelaksanaan SPO bisa diminimalkan.
Kendala teknis yang dikemukakan oleh peserta, diantaranya sejawat apoteker belum melengkapi berkas persyaratan permohonan surat rekomendasi atau belum menyelesaikan proses pembinaan di PC masing-masing. Selain itu adanya kesalah pahaman antara sejawat anggota & pengurus akibat komunikasi yang tidak efektif misalnya waktu janjian bertemu yang molor atau tidak tepat waktu, dan sebagainya. Kendala ini menyebabkan waktu pengurusan surat rekomendasi menjadi lebih lama dari seharusnya.
Ini area bahasan yang sensitif dan saya tidak tertarik untuk memperdebatkannya, sebab sudah ada SPO (aturan) terkait, baku, dan sudah semestinya dipatuhi oleh semua pihak. Saya lebih teratrik pada fakta bahwa selama proses pengurusan surat rekomendasi apoteker dan perizinan apotek, para apoteker sudah di gaji penuh dan seharusnya sudah dapat mulai bekerja untuk mengenalkan dirinya sebagai apoteker beserta calon apotek-nya. Ini bagian dari brand persona, professional authority, & tes the market. Sehingga, alih-alih protes menunggu lamanya waktu tunggu pengurusan perizinan, apoteker sudah bisa mulai penetrasi pasar dan membangun trust untuk bisnis apotek yang akan dia jalankan. Baik, saya akan bahas satu per satu.
1.      Brand Persona
Siapa Anda dan kenapa Anda ada di tengah-tengah masyarakat? Singkatnya, kenapa masyarakat perlu bersyukur atas keberadaan Anda di lingkungan mereka? Anda dapat membangun citra diri seorang apoteker yang tampil menolong masyarakat. Ya, karena bisnis pada dasarnya adalah aktifitas menolong orang lain yang dibayar. Maka anggap saja, Anda sedang blusukan ke masyarakat dalam rangka berpromosi tentang Anda & calon Apotek Anda.
2.      Professional Authority
Ngapain blusukan? Tugas utama dalam brand persona adalah mengenalkan Anda dan calon Apotek Anda. Di tahap yang ke-2 ini, Anda bisa menunjukkan kepiawaian Anda dalam bidang obat-obatan. Anda bisa melakukan penyuluhan, kunjungan ke rumah, hingga pendampingan minum obat. Tips saya, pastikan keberadaan & perbuatan mulia Anda (sebagai Apoteker) diketahui oleh khalayak. Riya’ (atau pamer) dong? Baik, luruskan niat Anda untuk membantu orang lain & memunculkan authority Anda sebagai seorang Apoteker, yaitu tempat bagi masyarakat untuk bertanya tentang DAGUSIBU obat-obat mereka. insyaAllah tidak termasuk pamer ya..hehehe.. sedikit saya tahu, Fudhail bin Iyadh rahimahullah..menyampaikan bahwa Riya’ atau pamer diantaranya adalah batal mengerjakan suatu amal kebaikan (karena khawatir dilihat orang lain atau khawatir riya’). Wallaahua’lam..Oke?
3.      Tes the Market
Anda bisa manfaatkan waktu tunggu pelulusan surat izin apotek dengan melakukan tes pasar. Manfaatnya, agar Anda tahu tentang beberapa hal berikut ini :
1.      Daya beli masyarakat (bermanfaat dalam kebijakan strategi harga yang bersaing)
2.    Tren penggunaan obat di masyarakat (sebagai gambaran awal proses KIE yang efektif, efisien, dan prioritas kepada masyarakat)
3.  Prevalensi penyakit yang muncul di masyarakat (sebagai salah satu pedoman atau acuan penetapan stok obat awal)
4.   Harapan masyarakat atas keberadaan apotek (harapan-harapan inilah yang berusaha Anda penuhi sehingga Anda mampu memperoleh pelanggan tetap lebih awal dan mereka berpotensi untuk memberikan informasi tentang pelayanan Apotek kita kepada tetangganya (secara getok tular). Bila informasi ini menjadi viral dan diperbincangkan banyak orang, sungguh Anda sangat beruntung.
Demikian sedikit pengetahuan yang insyaAllah bermanfaat untuk membangun kredibilitas profesi apoteker dan membantu meningkatkan potensi penjualan bisnis Apotek yang sedang di urus.

Apoteker ga boleh BT yaaa...

Menimbang Franchise Apotek



Apotek Franchise atau Apotek Indie

Mau bisnis sambil beramal untuk peningkatan gairah perekonomian Indonesia? 
bisa buka Apotek lho... insyaAllah.

Nah, kalau mau buka, pilih mana? apotek sendiri atau franchise?
Bagi Anda yang berniat membuka Apotek, pasti akan dihadapkan dengan 2 pertimbangan ini. Mau buka dengan brand baru (indie) atau dengan brand yang sudah dikenal? Masing-masing ada kelebihan dan kekurangan, diantaranya :
Parameter
(7 Pilar Apotek)
Apotek Indie
Apotek Franchise
Visi & Misi
Bebas sesuai idealisme Anda
Terikat pada aturan baku.
Lokasi & Pemetaan
Fleksibel, bisa dibangun secara bertahap.
Harus memenuhi kriteria baku yang dipersyaratkan oleh sistem Franchise.
Sumber Daya Manusia
Pribadi
Rekrutmen oleh HR yang handal.
Studi Kelayakan
Pribadi
Dilakukan oleh tim Franchise
Permodalan
Fleksibel, bisa bertahap & bisa ditekan (minimal)
Modal Besar, kadang ada royalty fee, perlu modal cadangan yang besar pula.
Perizinan
Pribadi
Dilakukan dan dibantu oleh tim Franchise
Bussiness Process & SOP
Pribadi
Sudah terstandard dan valid.

Kelebihan utama menggunakan brand Apotek Franchise :
1.       Lebih mudah mendapatkan kepercayaan pembeli atau calon pelanggan.
2.       Target penjualan, pencapaian BEP dan ROI lebih mudah diprediksi.
3.       Mendapatkan bimbingan lengkap, termasuk dalam melakukan rekrutmen Apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Ini layak dipilih bagi investor bermodal kuat namun masih awam dengan bisnis Apotek.
4.       Risiko usaha dapat diperhitungkan.
5.       Beaya trial and error dapat diminimalkan.
Kelebihan penting menggunakan brand Apotek sendiri (Indie) :
1.       Modal lebih terjangkau (khususnya bagi Apoteker miskin seperti saya).
2.       Udah, itu saja..hampir tidak ada kelebihan yang lain.. selamat berjuang, kawan. Ganbatte!!!
Kenapa saya memilih mendirikan Apotek Indie / Pribadi?
1.       Modal saya terbatas, tidak pernah bermimpi mengawali bisnis Apotek dari Franchise.
2.       Target Market saya bukan market yang mementingkan suatu brand tertentu sebagai pertimbangan dalam membeli.
3.       Improvisasi, kepuasan dalam learning process dan kebahagiaan dalam berkarya.
4.       Saya bisa memilih sistem kerja yang paling sesuai dengan pribadi saya. Karena saya Apoteker dan saya harus nyaman serta fleksibel dalam berbagai kebijakan Apotek saya. Anda perlu tahu bahwa kini Apotek waralaba tidak sepenuhnya dikelola oleh pemilik modal (franchisee) namun tetap dikelola oleh pihak pemberi franchise.
Sekarang, giliran Anda yang menentukan sikap. Mau Apotek Indie atau Apotek Franchise?
Catatan :
1.       Saya melampirkan penawaran Apotek Franchise yang bagus untuk Anda ikuti di halaman belakang buku yang saya tulis.
2.       Mungkin modal Anda tidak besar namun perlu bimbingan pendirian Apotek. Karena itu, saya juga melampirkan daftar kontak konsultan pendirian Apotek yang dapat diandalkan untuk membantu Anda.
 
contoh Apotek Franchise yang ingin saya ikuti dulu
======================
Canda dengan pembeli, semoga berkesan dan jadi pelanggan, silakan dicoba :
Saya : “Maaf, dengan mba siapa?”
Pembeli : “Saya Tutik.”
Saya : “Oh, lahirnya bulan maret ya?”
Pembeli : “Lho kok bisa pas nebaknya?”
Saya : “ini hukum statistika. Survey membuktikan kebanyakan nama Tutik lahir pada bulan maret. Hehehe.. Semoga sehat terus ya, Mba Tutik.”
Pelanggan : “Amiin.”

Strategi Memenangkan Persaingan Apotek



Merancang Keunggulan Kompetitif
Will you?
Alhamdulillah.. sedikit saya ingin menulis tentang memenangkan persaingan secara sehat (adil), bismillah.. semoga bermanfaat.
Keunggulan kompetitif harus kita definisikan, diprioritaskan pelaksanaannya dan kita lakukan dengan konsisten. Manfaat keunggulan kompetitif bagi bisnis Apotek adalah :
1.      Menjaga kelangsungan bisnis kita di masa depan
2.      Mampu bertahan menghadapi berbagai serangan dari para pesaing
3.      Menigkatkan loyalitas pelanggan Apotek kita, dan sebagainya.
Untuk mencapai nilai keunggulan kompetitif, saya menerapkan The Tai Chi Strategi & Better 5P di semua lini pilar pemasukan saya. Dua Strategi ini saya adaptasi dari buku pak Laksita Utama Suhud. Sudah baca? Kalau belum, saya akan jabarkan beberapa disini. Lebih lengkap insyaAllah bisa saya jelaskan kalau kita bertemu nantinya... (mau lewat WA ya boleh.. 081329625655)
Pesan yang baik, kan?
 The Tai Chi Strategi
Tujuan strategi ini adalah mempelajari semua kelebihan lawan, kekuatan mereka, dan daya saing kompetitor, kemudian kita sintesa dan aplikasikan dalam serangan-serangan kita.. eh, maksudnya dalam aktifitas pelayanan farmasi Apotek kita. Ya, mirip Tai Chi.. memanfaatkan kekuatan lawan untuk membela diri kita. Apa yang saya lakukan?
1.      Saya mengirim adik-adik yang magang di Apotek saya untuk membeli dan merasakan pelayanan di Apotek kompetitor
2.      Delegasi mata-mata telah saya briefing dan saya minta mencatat semua hal yang dapat teramati. Mulai penataan barang, fasilitas layanan, produk unggulan, promosi yang digunakan, cara mereka melayani pelanggan, ada tidaknya layanan antar jemput obat/resep, dan sebagainya.
3.      Bila saya kurang puas dengan hasil pengamatannya, saya akan mengirim kembali untuk pengamatan kedua dan mengirim siswa magang yang lain sebagai kontrol positif dalam survey tersebut.
Poin-poin pengamatan yang saya tekankan dalam survey kompetitor diantaranya :
1.      Jam buka-tutup, jenis pelayanan, tarif pelayanan, ada tidaknya layanan ekstra.
2.      Kelengkapan barang, jenis barang, jumlah barang, dan harga barang.
3.      Bentuk Promosi
4.      Administrasi Apotek dan pencatatannya.
Hasil pengamatan dari beberapa apotek saya kumpulkan dan saya sintesa. Saya diskusikan dengan tim penjualan sehingga dapat diterapkan kebaikan-kebaikannya di Apotek NH Beji. Tidak semua hasil rekomendasi tim Tai Chi Strategi yang saya terapkan, saya tetap menggunakan prioritas dan melakukan tes pasar. Hal ini bermanfaat untuk meminimalkan risiko kerugian investasi atau berkurangnya cash / modal kerja.
Bismillah : Perform and success
Aplikasi Better 5P
Saya ingin punya Apotek yang bagus, seperti kimia farma, griya farma, century, K-24, dan sebagainya. Bagaimana caranya? Apa saja yang harus saya bangun? Dan karena modal saya terbatas, apa yang harus saya prioritaskan? Nah, dari buku pak Laks, saya mengenal tentang pentingnya membangun daya saing bisnis melalui Better 5P.
Better 5P adalah keunggulan yang dibangun berdasarkan product, packaging, price, promotion, people. Berikut ini penerapan daya saing di apotek saya, semoga  bermanfaat bagi Anda.
1.      Product
Produk kita harus super bagus, kalau makanan ya super enak. Lha kalau apotek kan generik (umum, di apotek lain juga ada). Generik obatnya iya, namun ada produk yang spesial.. yaitu produk jasa & pelayanannya. Inilah kunci daya saing Apotek. Makin pinter Apoteker, makin laris Apoteknya. Itulah mengapa kehadiran Apoteker adalah salah satu dari 3 fundamental bisnis Apotek.
2.      Packaging
Kemasan yang baik. Plastik bungkus harus bagus? Ahh,,tidak juga. Salah satu packaging yang saya perbaiki adalah penampilan saya sebagai Apoteker. Misal, saya pakai jas apoteker juga pakai kacamata agar telihat lebih elegan dan smart. Pegawai menggunakan seragam yang eye-catching. Tata letak juga semaksimal mungkin saya arahkan mengikuti planogram dalam bisnis retail.
3.      Price
Harga. Mahal atau murah itu relatif. Dari hasil Tai Chi Strategy, saya dapat memperkirakan ambang harga wajar & bersaing bagi produk saya. Semakin baik packaging-nya, harga juga dapat di-up menjadi nilai yang lebih menguntungkan bagi Apotek. Inilah mengapa packaging biasanya akan memakan beaya investasi dan promosi. Sekali lagi, better 5P ini dapat menjadi parameter added value yang akan kita cari selama menjalankan the Tai Chi Strategy.
4.      Promotion
Inilah fungsi iklan. Ada banyak macam iklan dan derivatif-nya. Intinya seperti orang memancing, memancing harus tepat sasaran sehingga hal awal yang harus dilakukan adalah menciptakan kolam ikan atau area agar para ikan tertarik datang ke umpan yang akan kita lepas. Demikian pula promosi, sebelum promosi, kita perlu pastikan bahwa ada cukup banyak pelanggan yang berpotensi mengambil keuntungan dari promosi yang kita lakukan. Penjelasan lebih detail ada di bab berikutnya. insyaAllah.
5.      People
Dari ke-5 better 5P. People adalah kunci dalam menjaga keberjalanan seluruh aktifitas bisnis kita. Sejak produksi, pengemasan, penetapan harga yang pantas, dan promosi, wajib mempertimbangkan faktor people-nya. Man behind the gun. Sebagus apapun smartphone, ponsel pintar itu akan berguna maksimal di tangan orang yang smart juga. Maka sejak awal, kita perlu mendesign tipe karyawan yang kita inginkan, proses seleksi, mekanisme insentif, hingga bagaimana agar mereka betah dengan semua target penjualan kita. insyaAllah akan dibahas lebih detail di bab berikutnya tentang SDM.

Minggu, 25 September 2016

Apoteker yang gajinya paling besar ternyata ada di Apotek

"Beneran? Apa bisa Apoteker di Apotek Berpenghasilan 50 juta/bulan?"
Uang bagi kita hanyalah alat tukar produk barang & jasa, tidak lebih!

Kalimat di atas adalah sindiran dari 2 orang Medrep Ethical kepada saya, saat saya menolak bekerjasama sebagai Apotek Panel bagi dokter mereka.
Saya membutuhkan waktu hampir 1 jam untuk menjelaskan ikhtiar saya dengan alih-alih menjadi Apotek Panel sesuai bujukan mereka.

Begini ceritanya,
Anda tahu berapa jumlah kepala keluarga yang menjadi syarat minimal lolos uji kelayakan pendirian sebuah retail waralaba? Ya, 3000 KK. Bila ada 3000 KK dengan pembelian rata-rata Rp 500.000,00 sebulan/KK, omzet retail waralaba itu minimal 1,5 Milyar/bulan. Apa mungkin sebesar itu?
Kenapa tidak? Saya tidak akan merinci satu per satu, silakan perhatikan pertumbuhan outlet waralaba itu..dahsyat sekali, terus bertambah..artinya potensial menguntungkan dong..kan banyak yang mau untung bersama waralaba ini..Dan tentu prestasi waralaba retail ini dapat tercapai karena support system yang kuat dalam branding, marketing, producing, dan service dari waralaba tersebut.
Trus kalau Apotek bagaimana? Apotek waralaba juga ada, sama saja dong..begitu maksudnya? Gini lho..Mas Arif, Kalau omzet apoteknya besar, belum tentu Apotekernya digaji besar,kan? Belakangan ini ada ikhtiar yang baik dari pengurus daerah IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) di beberapa tempat yang telah menetapkan standar gaji / jasa profesi Apoteker.
Betul bahwa standar penghasilan itu memang masih berupa anjuran, betul bahwa belum ada advokasi dari organisasi IAI, dan betul juga bahwa tidak semua PSA bersedia mengikuti aturan tersebut. Namun upaya ini adalah bentuk kejelasan posisi tawar seorang Apoteker. Lalu bila ternyata tetap tidak bisa mendapat gaji yang layak, apa berarti harus punya Apotek sendiri?
Good, Anda mulai menangkap maksud saya. Betul sebaiknya punya apotek sendiri, pun bila bekerjasama, Anda tetap harus yakin mendapatkan imbal jasa yang besarannya sesuai dengan ikhtiar profesional dari pelayanan farmasi Anda.
Uang jasa ini pure hak apoteker & diluar margin apotek, ini yang harus kita sepakati bersama termasuk pembuatan Key Performance Indikator (KPI) sehingga Apoteker maupun PSA sama-sama diuntungkan atau tidak ada yang mendzalimi. Karena kita ingin keadilan menghilangkan kedzaliman dalam profesi ini.
Baik, kata pak Laksita Suhud, kita harus punya gambaran tentang target omzet dan langkah strategis untuk mewujudkan omzet tersebut. Disini, saya akan berikan ilustrasi ringan tentang 3 pilar pemasukan / penghasilan apoteker yang tidak tergantung pada omzet Apotek tetapi tergantung pada kemauan dan kemampuan apoteker dalam menjual jasa-nya. Alhamdulillah telah mulai berjalan di Apotek saya & secara perlahan tapi pasti telah menunjukkan kenaikan bagi pemasukan saya sebagai Apoteker.
Pertama, Insentif produk unggulan.
Insentif produk tertentu. Umumnya beberapa produk (khususnya obat herbal, supplemen makanan dan multivitamin) akan memberikan diskon tambahan dalam periode pembelian atau volume omzet tertentu. Insentif ini ada yang tercantum di faktur (on faktur) ada yang tidak (off faktur). Insentif off faktur biasanya mengundang kecurangan karena tidak ada kontrol dari pihak lain. Bahkan di beberapa Apotek telah terjadi Apotek di dalam Apotek, yaitu terjadi transaksi tapi yang dijual bukan barang Apotek & uangnya juga bukan masuk ke omzet penjualan Apotek. Ribet ya? Lha..ada gula ada semut, insyaAllah di bab berikutnya saya lampirkan contoh rekrutmen SDM yang berkualitas dan jujur, sehingga hal di atas dapat dicegah.
Di apotek Nh Beji, saya mendapat diskon volume sampai 40% produk herbal tertentu & diskon hingga 50% untuk produk alat kesehatan. Misal dalam 1 bulan, saya berhasil menjual madu anak dengan harga eceran 23 ribu sebanyak 6 karton (156 botol / 5 botol per hari) dan saya akan mendapatkan diskon tambahan 5000 rupiah per botol atau total insentif 800 ribu per bulan. Ini baru 1 produk lho.. kalau ada beberapa produk dengan beberapa jalur distribusi (Apotek, Online shop, dan sales marketing) hitungan labanya insyaAllah bisa lebih banyak lagi.
Kedua, Insentif konsultasi.
Anda bisa pampang di depan meja konsultasi Apoteker, bahwa konsultasi cara pakai obat, cara menyimpan obat, dan sebagainya.. beaya 2.500 rupiah per konsultasi. Kalau ada 100 orang konsultasi sehari (dari 150 pengunjung misalnya), Apoteker akan dapat Rp 250.000,00/hari atau 7,5 juta per bulan.
Tentu ini tidak flat, kadang bisa lebih tinggi bahkan bisa jauh lebih rendah. Saya pribadi tidak selalu mengenakan charge konsultasi, saya pertimbangkan juga kondisi pasiennya (kami bertetangga & sedikit banyak saya tahu kondisi perekonomian pelanggan saya). Ada Apoteker di apotek lain yang menerapkan charge konsultasi lebih besar, misal 5.000 sampai 10.000 rupiah, ya silakan. Nilai 2500 ini cukup ideal, yaitu sekitar 10 persen dari total jumlah transaksi rata-rata per pasien. Artinya, kalau transaksi rata-rata per pelanggan hanya sekitar 15 ribu maka charge konsultasinya sekitar 1500 rupiah saja. Semua insentif ini hak apoteker, PSA tidak boleh ngiri ya.. hehehe..
Tekun : Uang kecil, bila terkumpul akan jadi banyak & berdaya.
Ketiga, Insentif Apotek Netto.
Baik, untuk pilar ke-3 ini, tolong siapkan kertas coretan dan pensil. Sebelum saya lanjutkan, apakah Anda punya sekurang-kurangnya 1000 pelanggan loyal yang membeli di apotek Anda setiap bulannya? Jika iya, berapa total transaksi mereka? Berapa kali mereka datang dalam sebulan? Seberapa puas mereka memanfaatkan layanan apotek Anda? Dan berapa banyak pelanggan baru yang datang setiap bulannya? Jika Anda belum punya pelanggan loyal, maka cari dulu doong.. repot nanti hitungannya..hehehe..but it’s OK, saya ingin menekankan bahwa penting bagi Apotek memiliki penggan tetap yang loyal.
Pertanyaan di atas sangat penting untuk mengawali rencana penerapan layanan Apotek Netto. Apotek Netto adalah apotek yang menjual produk sesuai dengan harga netto konsumen (HNK). Yaitu harga netto apotek (HNA) ditambah PPN 10%, ditambah beaya operasional umum, dan ditambah biaya delivery service (jika ada). HNK tentu lebih murah dari harga pasaran apotek pada umumnya dan harga ini memiliki syarat / ketentuan yang berlaku, yaitu diberikan oleh apoteker. Nah, karena diberikan oleh Apoteker, maka Anda hanya membayar jasa apoteker-nya saja tanpa terbebani oleh margin laba yang ditentukan oleh pebisnis apotek. Agak bingung?
Begini, kalau Anda pergi ke dokter, diperiksa, diintrepretasi hasil laboratorium kliniknya, didiagnosa penyakitnya, dan diberikan resep dokter untuk ditebus di apotek. Anda bayar untuk harga stetoskop atau harga jasa profesional (ilmu pengetahuan) dokternya? Oke, mulai kebayang kan..bahwa Apotek Netto tidak memandang obat sebagai komoditi barang dagangan, namun obat sebagai alat terapi. Sehingga Anda cukup bayar HNK saja, tanpa terbebani oleh margin laba dari apotek. Sama saja, dong? Tentu saja tidak, dalam Apotek Netto, profesional apoteker, pemilik bisnis dan pelanggan insyaAllah sama-sama diuntungkan.
Baik, agar tidak terlihat sebagai konsep yang utopia, saya akan jabarkan teknis pelaksanaan Apotek Netto secara singkat dan semoga dapat membangun pemahaman yang benar bagi kita semua. Simak ya...prinsipnya, pelanggan, investor Apotek & Apoteker harus untung. Catet!
Persiapan & strategi penerapan dari sisi internal Apotek.
  1. Tentukan 200 barang terlaris di Apotek Anda
Anda dapat menggunakan software yang dapat membantu menentukan barang-barang dalam kriteria terlaris. Barang-barang yang laris dan diminati dapat menjadi kekuatan apotek untuk menutup beaya operasional dan memberi keuntungan maksimal kepada investor (PSA) melalui program diskon volume dari supplier.
  1. Buatlah SOP pelayanan yang super bagus
SOP ini penting untuk meningkatkan kepuasan pelanggan loyal dan menambah jumlah pelanggan loyal pada beberapa periode ke depan.
  1. Bangunlah budaya disiplin & transparansi dalam keuangan (insentif)
Budaya disiplin yang baik termasuk mencatat setiap transaksi yang terjadi, termasuk beaya sampah, pengemis, dan beaya keamanan. Transparansi dalam insentif keuangan akan meningkatkan kinerja dan menghindarkan konflik yang potensial terjadi karena setiap karyawan mendapatkan insentif yang setimpal dengan kinerjanya.
  1. Buatlah kesepakatan tertulis antara Apoteker, asisten apoteker, dan PSA dalam penerapan Apotek Netto
Komunikasi yang baik perlu dibangun antara investor (PSA), apoteker, dan asisten apoteker agar konflik tidak terjadi dan masing-masing menerima pembayaran jasa yang pantas.
  1. Hitung semua beaya tambahan dan tentukan Harga Netto Konsumen (Maksimal 5% dari HNA+PPN).
Kenapa 5%? Sebenarnya angka ini adalah nilai margin umum dalam bisnis grosir yang bisa kita gunakan sebagai acuan HNK bagi konsumen. Prinsipnya, dengan bergabung sebagai pelanggan utama Apotek Netto, mereka mendapatkan harga terendah di pasar. Ini yang membedakan Apotek Netto dan Apotek Konvensional yang mengambil margin sebagai patokan sesuai harga eceran tertinggi yang tercantum di kemasan obat.

Sampai disini, apakah Anda telah merasakan betapa detail dan rumitnya penerapan Apotek Netto? Oke, tetap optimis ya, karena ada yang lebih rumit dalam edukasi pasar tentang Apotek Netto. Berikut ini adalah persiapan & strategi penerapan dari sisi eksternal Apotek, yaitu:
  1. Buatlah materi lengkap tentang edukasi Apotek Netto.
  2. Tentukan Supplier yang lengkap, handal adn kompetitif harganya.
  3. Petakan target pasar Apotek Netto, secara demografi dan interaksi sosial
  4. Kemudian pastikan Anda memiliki data lengkap 1000 KK pelanggan loyal Apotek.
  5. Tentukan nilai transaksi setiap pelanggan apotek dan kelompokkan nilai rata-rata transaksi dalam 3 periode, yaitu 1 bulan, 3 bulan, dan 1 tahun.
  6. Tawarkan konsep Apotek Netto kepada pelanggan loyal Anda
  7. Besaran jasa konsultasi, dibagi menjadi 3 periode. Yaitu :
    1. Insentif Program A : Rp 50.000,00 per bulan per KK
    2. Insentif Program B : Rp 90.000,00 per 3 bulan per KK
    3. Insentif Program C : Rp 150.000,00 per 6 bulan per KK
  8. Konsisten pada pelayanan dan upaya memberikan nilai lebih bagi konsumen.
Baik, bagaimana Insentif jasa ini akan bekerja?
Anda harus meyakinkan setidaknya pada 1 bulan pertama, ada 50 orang untuk ikut program A, 250 orang ikut program B, dan 700 orang ikut program C. Artinya, pemasukan jasa konsultasi Anda selama 6 bulan ke depan adalah
  1. 25 orang x Rp 50.000,00 = Rp 1.250.000,00
  2. 275 orang x Rp 90.000,00 = Rp 24.750.000,00
  3. 700 orang x Rp 150.000,00 = Rp 105.000.000,00
Total Pemasukan Jasa Insentif Apotek Netto = Rp 131.000.000,00 per 6 bulan
Atau 21,8 juta per bulan (dari 1000 pelanggan yang loyal)
Bagaimana bila Anda dapat mewujudkan 3000 pelanggan yang loyal seperti kriteria sukses waralaba retail yang telah saya sampaikan di awal tulisan sub-bab ini?
Ya, insyaAllah 50 juta per bulan akan terlampaui. Benar, karena bersifat jasa sehingga 50 juta per bulan ini menjadi keuntungan atau penghasilan Apoteker sepenuhnya (berdasarkan ilmu yang dia pelajari dan dia praktikkan).
Pekerjaan Kefarmasian di Apotek Netto ini sangat banyak membutuhkan dukungan teknis dan saya menyarankan ada 2 orang tenaga teknis kefarmasian di setiap 1000 pelanggan loyal. Anda bisa mengalokasikan gaji asisten apoteker sebesar 10-15% dari total omzet jasa yang berhasil Anda realisasikan. Misalnya bila Anda merealisasikan insentif sebesar 21,8 juta per bulan, maka Anda bisa menggaji asisten apoteker Anda sebesar 2,2 juta sampai 3,3 juta per bulan (kisaran). Saya sangat menyarankan sistem insentif ini dikerjakan dengan tim yang solid dan terdokumentasi dengan baik.
Detailnya, semoga kita bisa bertemu lain waktu ya.. atau bisa kontak saya untuk asistensi lebih intensif.

Pembicaraan itu saya tutup, saya lihat muka MedRep itu melongo..
"Masih ga logis, Mas Arif. ini cuma mimpi..."
"Iya, karena Anda pakai kacamata Anda. try to see in my way.. tidak ada yang instant... berproses...misalnya saya target 3 kali visite setiap harinya.. perlahan... seperti kata guru saya Pak Laks bahwa tidak masalah berapapun pendapatan yang Anda inginkan..buatlah narasi-nya & kerjakan.", kemudian saya lanjutkan...
"Mas, saya sedang membangun bisnis saya dan saya hanya ingin menyampaikan bahwa tawaran bisnis panel Anda sama sekali tidak menggiurkan. Ini nomor hape saya, bisa di WhatsApp, 0813-2962-5655 kalau-kalau Anda ingin lebih jelas di kemudian hari."
"Baik, saya simpan nomor mas Arif, saya ingin tahu  tentang Apotek Netto."
kemudian MedRep itu pergi ditengah rintik hujan.
Alhamdulillaah.