Selasa, 27 September 2016

Kill the time

Tips Menunggu Masa Penerbitan Surat Rekomendasi


Perbedaan lama waktu penerbitan surat rekomendasi praktik bagi Apoteker diketengahkan oleh instruktur sebagai salah satu studi kasus pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangkaian acara Latihan Kepemimpinan Profesi (LKP) 17 Januari 2016 di Area Wisata Keluarga Owabong Purbalingga. Perbedaan ini disebabkan oleh teknis pelaksanaan SPO dari PP IAI yang berbeda di setiap PC Kabupaten. Salah satu kesimpulan hasil diskusi tersebut adalah diadakannya harmonisasi antar PC se-karesidenan Banyumas Kedu, sehingga kendala teknis pelaksanaan SPO bisa diminimalkan.
Kendala teknis yang dikemukakan oleh peserta, diantaranya sejawat apoteker belum melengkapi berkas persyaratan permohonan surat rekomendasi atau belum menyelesaikan proses pembinaan di PC masing-masing. Selain itu adanya kesalah pahaman antara sejawat anggota & pengurus akibat komunikasi yang tidak efektif misalnya waktu janjian bertemu yang molor atau tidak tepat waktu, dan sebagainya. Kendala ini menyebabkan waktu pengurusan surat rekomendasi menjadi lebih lama dari seharusnya.
Ini area bahasan yang sensitif dan saya tidak tertarik untuk memperdebatkannya, sebab sudah ada SPO (aturan) terkait, baku, dan sudah semestinya dipatuhi oleh semua pihak. Saya lebih teratrik pada fakta bahwa selama proses pengurusan surat rekomendasi apoteker dan perizinan apotek, para apoteker sudah di gaji penuh dan seharusnya sudah dapat mulai bekerja untuk mengenalkan dirinya sebagai apoteker beserta calon apotek-nya. Ini bagian dari brand persona, professional authority, & tes the market. Sehingga, alih-alih protes menunggu lamanya waktu tunggu pengurusan perizinan, apoteker sudah bisa mulai penetrasi pasar dan membangun trust untuk bisnis apotek yang akan dia jalankan. Baik, saya akan bahas satu per satu.
1.      Brand Persona
Siapa Anda dan kenapa Anda ada di tengah-tengah masyarakat? Singkatnya, kenapa masyarakat perlu bersyukur atas keberadaan Anda di lingkungan mereka? Anda dapat membangun citra diri seorang apoteker yang tampil menolong masyarakat. Ya, karena bisnis pada dasarnya adalah aktifitas menolong orang lain yang dibayar. Maka anggap saja, Anda sedang blusukan ke masyarakat dalam rangka berpromosi tentang Anda & calon Apotek Anda.
2.      Professional Authority
Ngapain blusukan? Tugas utama dalam brand persona adalah mengenalkan Anda dan calon Apotek Anda. Di tahap yang ke-2 ini, Anda bisa menunjukkan kepiawaian Anda dalam bidang obat-obatan. Anda bisa melakukan penyuluhan, kunjungan ke rumah, hingga pendampingan minum obat. Tips saya, pastikan keberadaan & perbuatan mulia Anda (sebagai Apoteker) diketahui oleh khalayak. Riya’ (atau pamer) dong? Baik, luruskan niat Anda untuk membantu orang lain & memunculkan authority Anda sebagai seorang Apoteker, yaitu tempat bagi masyarakat untuk bertanya tentang DAGUSIBU obat-obat mereka. insyaAllah tidak termasuk pamer ya..hehehe.. sedikit saya tahu, Fudhail bin Iyadh rahimahullah..menyampaikan bahwa Riya’ atau pamer diantaranya adalah batal mengerjakan suatu amal kebaikan (karena khawatir dilihat orang lain atau khawatir riya’). Wallaahua’lam..Oke?
3.      Tes the Market
Anda bisa manfaatkan waktu tunggu pelulusan surat izin apotek dengan melakukan tes pasar. Manfaatnya, agar Anda tahu tentang beberapa hal berikut ini :
1.      Daya beli masyarakat (bermanfaat dalam kebijakan strategi harga yang bersaing)
2.    Tren penggunaan obat di masyarakat (sebagai gambaran awal proses KIE yang efektif, efisien, dan prioritas kepada masyarakat)
3.  Prevalensi penyakit yang muncul di masyarakat (sebagai salah satu pedoman atau acuan penetapan stok obat awal)
4.   Harapan masyarakat atas keberadaan apotek (harapan-harapan inilah yang berusaha Anda penuhi sehingga Anda mampu memperoleh pelanggan tetap lebih awal dan mereka berpotensi untuk memberikan informasi tentang pelayanan Apotek kita kepada tetangganya (secara getok tular). Bila informasi ini menjadi viral dan diperbincangkan banyak orang, sungguh Anda sangat beruntung.
Demikian sedikit pengetahuan yang insyaAllah bermanfaat untuk membangun kredibilitas profesi apoteker dan membantu meningkatkan potensi penjualan bisnis Apotek yang sedang di urus.

Apoteker ga boleh BT yaaa...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar