Senin, 07 November 2016

Inilah Keteladanan Pedagang Gorengan dalam Pembiayaan Usaha




Keteladanan dalam Optimalisasi Ilmu untuk Pembiayaan Usaha

Apa strategi Anda?

Sambil lari pagi, saya beli gorengan di sekitar jalan Riyanto-Purwokerto. Karena gorengan belum matang, saya pun menunggu sambil komat-kamit baca al ma’tsurat pagi. Tiba – tiba tukang gorengan teriak dari dalam rumah, “ Awas..awas..awas !!! Air panasss!! “ dan byuuurrrr.... air panas itu dituangkan ke ember berisi tabung gas 3 kg.
Saya kaget dan penuh rasa ingin tahu, kenapa disiram tabung gas-nya? Pakai air panas pula.
“Supaya gas-nya benar-benar habis & nyala api-nya selalu besar.”, jawab si mamang.
“Ohh, memang kenapa kalau tidak siram air panas...” Hmmm, saya mengerti. Si mamang Cuma senyum-senyum.
Memang kadang setiap ganti tabung gas LPG di rumah, saya merasa rugi. Ada sebagian kecil gas LPG yang tersisa dan tidak bisa habis. Awalnya saya juga heran, kenapa tabung gas-nya di wadahi ember...Ooo..ternyata itu rahasianya. Tidak semua pedagang gorengan melakukan ini. Efisiensi dan efektifitas.
Pelajaran ini memberi saya keyakinan tentang hubungan sangat erat antara ilmu IPA dan IPS. Bicara soal efektifitas dan efisiensi pembiayaan, kita bicara soal ekonomi, ilmu IPS. Efektifitas dan efisiensi tersebut didukung oleh pemahaman tentang prinsip pemuaian bahan alam, ilmu IPA. Nah, saya berniat memberikan pelajaran ini kepada putra-putri saya, agar mereka tidak men-dikotomi-kan pelajaran IPA dan IPS seperti kurikulum yang telah saya terima dulu.

Effective and Efficient Cost of Our Bussiness



Sebelumnya, saya membaca sharing kang Rendy Saputra, CEO Keke Busana tentang pentingnya fokus dalam memikirkan target efisiensi biaya yang harus ditekan dan sedikit mengesampingkan data-data yang telah memenuhi pikiran kita.
Begini, saat kita berpikir tentang bagaimana meminimalkan cost / beaya. Misalnya, kita harus tetap menjaga fokus kita pada goal meminimalkan HPP produk kita hingga 40%. Meskipun kita telah berusaha mencari informasi sehingga data-data telah memenuhi pikiran kita, namun ternyata kita belum berhasil menemukan supplier yang murah. Nah, apabila kita menyerah dan berhenti mencari supplier yang lebih murah, maka kita telah kalah oleh pikiran kita sendiri. Artinya, saat kita fokus pada tujuan, maka target yang telah kita tetapkan tersebut tidak boleh kita kurangi. Ahh..jadi 45% aja-lah..susyeh bener cari supplier..Ouch, perilaku ini akan berbahaya jika berulang pada target-target yang lain. Cukup sederhana ya, fokus pada goal yang telah ditetapkan.
Inti dari sharing beliau di atas, saya mengerti bahwa di era kompetisi yang sangat ketat dewasa ini, kemampuan managemen beaya akan sangat menentukan arus kas dan nilai profit dalam usaha yang kita tekuni. Keterampilan managemen ini akan menjamin keberlangsungan usaha hingga beberapa tahun yang akan datang. Ya, apapun jenis usahanya. Mau toko online atau offline, mau usaha bidang fashion atau kuliner, mau jualan produk atau jasa, semuanya memerlukan managemen beaya dan pembeayaan usaha yang baik.So, bagaimana melakukan managemen pembiayaan?
Pertama, Kedua, Ketiga, dan seterusnya...mungkin Anda berharap saya akan menuliskan beberapa tips ringkas, singkat, tajam dan teruji/terbukti tentang managemen biaya dan pembiayaan. Sayangnya tidak sekarang. Ada hal penting yang tidak boleh dilompati dalam pembahasan efektifitas dan efisiensi biaya. Yaitu, Kategori Biaya yang akan Anda keluarkan atau benar-benar perlu dikeluarkan.
Saya biasanya membuat pos pengeluaran berdasarkan 5 kategori, yaitu : Pengeluaran Wajib, Pengeluaran Rutin, Investasi, Tabungan, dan Dana Sosial. Pengeluaran Wajib, Investasi, Tabungan dan Dana Sosial saya alokasikan di awal, disisihkan di awal, bukan sisa dari pendapatan dikurangi pengeluaran. Karena bagi saya, 4 pos pengeluaran itu tidak dapat diganggu gugat. Tidak dapat ditekan pengeluarannya karena sifat-nya fixed cost. Sedangkan pengeluaran rutin termasuk flexible cost. Bisa ditekan, bisa disesuaikan, dan bisa dihemat. Nah, pos pengeluaran rutin inilah yang akan dilakukan efisiensi dan efektifitas.
Contoh fixed cost bagi saya adalah biaya anak sekolah, biaya kontrak sewa kantor usaha, biaya karyawan, dan biaya iuran BPJS Kesehatan. Sedangkan flexible cost bagi saya adalah biaya makan, biaya beli baju, biaya jajan anak-anak, biaya susu formula, biaya beli popok diapers, dan biaya bensin. Biaya flexible cost ini dapat saya tekan. Contoh, karena saya harus menekan biaya bensin, maka saya beli gorengan atau sarapan pagi, tidak naik motor..tapi sambil lari pagi. Jadi saya harus bangun lebih pagi. Lalu ke masjid, saya usahakan tidak naik motor meskipun agak jauh, maka saya datang ke masjid lebih awal. Saat menunggu antri di POM bensin, saya matikan mesin motor dan mendorong motor saya. Ya, untuk berhemat dan mengurangi polusi udara akibat pembakaran hidrokarbon yang tidak benar-benar perlu. Right?
Ada yang menganggap bensin itu fixed cost karena dia bekerja sebagai tukang ojek atau delivery service. Boleh saja demikian. Meskipun saya yakin, si bapak tukang ojek tetap akan mencari jalur terpendek dalam mengantar penumpang, mencari beberapa barang yang bisa diantar sekaligus dlam satu kali layanan delivery, dan mematikan mesin saat antri di POM atau di lampu merah atau di palang kereta api. 
bukan promo lho yaa...
Apakah Anda sadar bahwa perusahaan sekelas HONDA motorcycle telah membuat aplikasi idle stop technologyuntuk efisiensi bahan bakar kendaraan bermotor-nya.  Itulah komitmen inovasi HONDA dan Anda pun bersedia membayar mahal atas teknologi cerdas ini. Semoga Anda mulai paham, mengapa saya menghubungkan pelajaran pedagang gorengan yang sederhana hingga idle stop technology dari HONDA. Inilah mindset berhemat, efisiensi dan efektifitas.
Mungkin selintas Anda pernah berpikir untuk berhemat, tapi kemudian bingung.. apanya yang mau dihemat? Entah karena tidak ada pengeluaran yang mubadzir atau karena tidak ada uang alias sudah benar-benar prihatin (tidak hanya sekedar berhemat...hehehe..). Betul? Karena itu, kategori biaya dan pembiayaan dalam bisnis Anda harus benar-benar clear dan tertelusur, sehingga ke depan akan lebih mudah ditingkatkan efektifitas dan efisiensi-nya. Selamat ber-kreasi dalam efektifitas dan efisiensi.

Salam,
Arif Budianto.


Selasa, 04 Oktober 2016

Capital Policy

Siasat Menghadapi Keterbatasan Modal

Keterbatasan adalah karunia agar kita selalu bersyukur dan tidak sombong (nasihat untuk arif)

Buka Apotek dan mengoperasikan Apotek membutuhkan modal yang tidak sedikit.
Bagaimana bila modal kita terbatas? Hal-hal apa yang perlu disiasati agar kinerja apotek kita tetap bagus? Berikut ini akan saya jelaskan beberapa tips ringan yang dapat membantu mensiasati keterbatasan modal. Silakan disimak, direnungkan dan dipraktikkan. Semoga jadi pahala untuk saya.
  • Strategi Mendapatkan Cash Money

Saya membuat bimbingan belajar di sekitar Apotek. Beayanya Rp 350.000,00 untuk 28 kali pertemuan. Ada yang tidak biasa. Kalau nilai peserta bimbingan nilainya > 9, maka uangnya akan saya kembalikan 1 bulan setelah terima raport, utuh.
Orang tua murid senang? Tentu, insyaAllah. Mengapa? Anaknya pintar, uangnya kembali, artinya les-nya GRATIS. Siapa mau?
Alhamdulillah, 25 orang terdaftar. Total cash money yang saya peroleh Rp 8.750.000,00. Niat saya, ibarat saya pinjam uang 8 jutaan, bagi hasilnya adalah “bimbingan belajar”.
Adil? Bungkus...
  • Strategi Produk Unggulan (fast moving)

Saya menetapkan 10 produk fast moving yang menjadi produk unggulan. Saya menginvestasikan sebagian besar uang pada produk-produk ini. Karyawan berupaya bekerjasama dalam tim penjualan untuk produk ini. Produk itu yang akan memutar uang sehingga margin profit dan cash akan lebih cepat saya peroleh.
Alhamdulillah, adanya prioritas produk ini, jumlah cash / margin profit yang terbentuk cukup signifikan.
  • Strategi Optimalisasi Maganger

Maganger di Apotek, ngapain? Kalau saya, adik-adik mahasiswa yang magang saya optimalkan. Saya buat jadwal khusus untuk mereka lengkap dengan tugasnya. Alhamdulillah, saya senang karena proyek saya berjalan & mereka juga senang karena dapat ilmu baru dan dibayar oleh Apotek. Asik kan?
  • Pinjaman Lunak

Pinjaman tanpa bunga. Pinjaman tanpa riba. Di luar sana, banyak orang baik yang akan membantu Anda merintis bisnis. Mari berdo’a, mohon kepada Allah agar dipertemukan dengan orang-orang baik seperti itu.
Sedikit cerita, saya belajar sejak SMP dapat beasiswa. SMA dan kuliah, bahkan hingga program profesi Apoteker, juga dapat beasiswa. Mau nikah pun, saya dapat beasiswa..eh...bea nikah. Saya tinggal di Asrama Salman ITB. Ada seorang pengurus Yayasan Pembina Salman yang dulu nikah di-beayai oleh pengurus Salman dan kini ia mencari pemuda yang ingin menikah tapi tidak ada uang. Alhamdulillah ketemu dengan saya. Akhirnya saya nikah dengan bantuan pinjaman lunak tersebut. Lalu saya mau bisnis, saya beranikan untuk meminjam kepada pengurus Yayasan lain yang saya tahu sangat konsen dengan kemandirian / wirausaha, Muhammad Akmasj. Alhamdulillah, saya dipinjami uang modal dari beliau. Sampai tulisan ini saya buat, saya masih berhutang uang dan berhutang budi kepada beliau. Semoga Allah merahmati mas Akmasj dan keluarga. Aamiin.
Karunia Allah ta'ala sangat berlimpah.. Itulah MODAL kita.

Bagaimana dengan Anda?
Baik, bicara soal modal, rasanya kurang afdhal bila saya tidak menyinggung masalah ini. Tentang modal hutang bank, bagaimana?
Hutang bank (khususnya bank konvensional) adalah pilihan yang paling buruk. Sistem konvensional (riba) akan menghancurkan bisnis Anda berkeping-keping. Menghilangkan kinerja Apotek Anda & mencabut ketenangan Anda dalam berbisnis sehingga tidak dapat berpikir jernih.
Saya pernah punya utang ke KUR (Kredit Usaha Rakyat). Semua sistem yang saya bangun, kedisiplinan yang saya pupuk dalam tim dan kepercayaan antara saya dan istri, semuanya hancur. Tiap hari bawaannya marah dan kesal. Puncaknya karyawan semua keluar. Stok kacau, tagihan amburadul, pembeli kecewa, dan omzet turun sampai 60% pada 2 bulan terakhir. Sebelum tutup Apotek, saya terima broadcast message dari seorang teman tentang riba. Pas banget dengan kondisi saya. Akhirnya saya curhat ke sahabat yang sebenarnya baru kenal kurang dari 6 bulan & alhamdulillah saya dipinjami oleh beliau. Hutang riba lunas & saya membenahi kembali 1 per satu lini pemasukan bisnis saya. Berhati-hatilah dengan hutang. Cicilan tetap, tapi pemasukan tidak tetap. Riba tidak logis dalam akun neraca keuangan saya & saya berusaha menghindari pinjaman semacam riba. Alhamdulillah.

Bila Anda bertanya pada saya, saran saya jangan sedetikpun memiliki niat untuk pinjam ke bank sistem riba.
Bagaimana dengan bank syariah yang menerapkan sistem bagi hasil? Saya persilakan, saya tidak ingin membahasnya disini..hehehe..

Cost Policy

Prioritas dan Kebijakan Pembiayaan Apotek
 
Penting : Cost Policy


Keuangan menjadi problem utama dalam hampir semua bisnis, khususnya Apotek. Masalah muncul bila kita gagal memperhitungkan semua pengeluaran dan pemasukan sehingga cashflow kita akan kolaps. Akibatnya, bisnis tidak dapat berfungsi dengan baik bahkan bisa gulung tikar. Ngeri, kan? masyaAllah..bayangkan Anda susah payah mengurus perizinan Apotek tapi terpaksa tutup karena arus cashflow finansial dan neraca keuangan yang tidak sehat. Nah, agar cashflow kita berjalan dengan baik kita harus menentukan prioritas dan kebijakan dalam pembiayaan Apotek.
Beaya-beaya yang mungkin muncul dalam bisnis Apotek yang telah saya urutkan berdasarkan prioritas. Saya beri penjelasan tentang urgensi pembiayaan ini, besaran normal dan strategi efisiensi yang saya terapkan di Apotek saya.
  • Beaya Karyawan
    • Beaya ini penting untuk memastikan kinerja dan kepercayaan pengelola Apotek terhadap managerial keuangan Apotek. Nilainya pantas & sebaiknya mampu memberikan insentif kepada para karyawan. Beaya peningkatan kompetensi karyawan juga bisa dianggarkan dari pos pembiayaan ini.
    • Efisiensi pembiayaan sangat tergantung dari kemampuan kita mengevaluasi kinerja karyawan sesuai key performance indicator yang telah ditetapkan di awal perjanjian kerja. Bila tidak sesuai dengan target, manager personalia harus tegas menegur, memotivasi dan mensupport karyawan.
    • Bila karyawan tetap bermasalah, sebaiknya manager personalia mengeluarkan karyawan tersebut. Ada hukum one to ten, yaitu seseorang yang dibayar 1 value gaji, tapi dapat memberikan kinerja 10 kali lipat dari value gaji-nya. Karyawan seperti ini yang harus dipelihara.

  • Beaya Listrik dan Air
    • Efisiensi beaya ini dilakukan dengan disiplin dalam penghematan air dan listrik. Hasil dari efisiensi beaya ini misalnya dapat digunakan untuk anggaran pembelian lampu darurat atau genset listrik di kemudian hari

  • Beaya Alat Tulis Kantor
    • Beaya ATK meliputi kertas, bahan habis pakai dari printer, pena, spidol, etiket, plastik pembungkus, kartu nama, dan sebagainya.
    • Beaya ini dapat ditekan dengan menggunakan palstik atau kertas re-use. Sepele memang, namun anggaran ini bisa membengkak bila tidak disiplin pengelolaannya.

  • Beaya Keamanan dan Lingkungan
    • Beaya ini sangat variatif, tergantung lokasi yang dipilih.
    • Saya mengumpulkan kertas bekas obat dan kardus pembungkus, kemudian saya reject (disobek-sobek) dan saya serahkan kepada tukang sampah sebagai rongsokan atau saya jual ke pengepul dan hasil penjualannnya untuk membiayai pengeluaran ini.

Warna-warni di bisnis...betul?

Beaya ini tentu sangat bervariasi tergantung kebutuhan dan kinerja Apotek. Ada juga Beaya Pajak, Beaya Delivery, dan sebagainya. Mungkin Anda juga mengeluarkan beaya lain dan semoga apa yang saya tulis dapat mewakili beaya-beaya yang muncul dalam bisnis Apotek.

Selasa, 27 September 2016

Kill the time

Tips Menunggu Masa Penerbitan Surat Rekomendasi


Perbedaan lama waktu penerbitan surat rekomendasi praktik bagi Apoteker diketengahkan oleh instruktur sebagai salah satu studi kasus pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangkaian acara Latihan Kepemimpinan Profesi (LKP) 17 Januari 2016 di Area Wisata Keluarga Owabong Purbalingga. Perbedaan ini disebabkan oleh teknis pelaksanaan SPO dari PP IAI yang berbeda di setiap PC Kabupaten. Salah satu kesimpulan hasil diskusi tersebut adalah diadakannya harmonisasi antar PC se-karesidenan Banyumas Kedu, sehingga kendala teknis pelaksanaan SPO bisa diminimalkan.
Kendala teknis yang dikemukakan oleh peserta, diantaranya sejawat apoteker belum melengkapi berkas persyaratan permohonan surat rekomendasi atau belum menyelesaikan proses pembinaan di PC masing-masing. Selain itu adanya kesalah pahaman antara sejawat anggota & pengurus akibat komunikasi yang tidak efektif misalnya waktu janjian bertemu yang molor atau tidak tepat waktu, dan sebagainya. Kendala ini menyebabkan waktu pengurusan surat rekomendasi menjadi lebih lama dari seharusnya.
Ini area bahasan yang sensitif dan saya tidak tertarik untuk memperdebatkannya, sebab sudah ada SPO (aturan) terkait, baku, dan sudah semestinya dipatuhi oleh semua pihak. Saya lebih teratrik pada fakta bahwa selama proses pengurusan surat rekomendasi apoteker dan perizinan apotek, para apoteker sudah di gaji penuh dan seharusnya sudah dapat mulai bekerja untuk mengenalkan dirinya sebagai apoteker beserta calon apotek-nya. Ini bagian dari brand persona, professional authority, & tes the market. Sehingga, alih-alih protes menunggu lamanya waktu tunggu pengurusan perizinan, apoteker sudah bisa mulai penetrasi pasar dan membangun trust untuk bisnis apotek yang akan dia jalankan. Baik, saya akan bahas satu per satu.
1.      Brand Persona
Siapa Anda dan kenapa Anda ada di tengah-tengah masyarakat? Singkatnya, kenapa masyarakat perlu bersyukur atas keberadaan Anda di lingkungan mereka? Anda dapat membangun citra diri seorang apoteker yang tampil menolong masyarakat. Ya, karena bisnis pada dasarnya adalah aktifitas menolong orang lain yang dibayar. Maka anggap saja, Anda sedang blusukan ke masyarakat dalam rangka berpromosi tentang Anda & calon Apotek Anda.
2.      Professional Authority
Ngapain blusukan? Tugas utama dalam brand persona adalah mengenalkan Anda dan calon Apotek Anda. Di tahap yang ke-2 ini, Anda bisa menunjukkan kepiawaian Anda dalam bidang obat-obatan. Anda bisa melakukan penyuluhan, kunjungan ke rumah, hingga pendampingan minum obat. Tips saya, pastikan keberadaan & perbuatan mulia Anda (sebagai Apoteker) diketahui oleh khalayak. Riya’ (atau pamer) dong? Baik, luruskan niat Anda untuk membantu orang lain & memunculkan authority Anda sebagai seorang Apoteker, yaitu tempat bagi masyarakat untuk bertanya tentang DAGUSIBU obat-obat mereka. insyaAllah tidak termasuk pamer ya..hehehe.. sedikit saya tahu, Fudhail bin Iyadh rahimahullah..menyampaikan bahwa Riya’ atau pamer diantaranya adalah batal mengerjakan suatu amal kebaikan (karena khawatir dilihat orang lain atau khawatir riya’). Wallaahua’lam..Oke?
3.      Tes the Market
Anda bisa manfaatkan waktu tunggu pelulusan surat izin apotek dengan melakukan tes pasar. Manfaatnya, agar Anda tahu tentang beberapa hal berikut ini :
1.      Daya beli masyarakat (bermanfaat dalam kebijakan strategi harga yang bersaing)
2.    Tren penggunaan obat di masyarakat (sebagai gambaran awal proses KIE yang efektif, efisien, dan prioritas kepada masyarakat)
3.  Prevalensi penyakit yang muncul di masyarakat (sebagai salah satu pedoman atau acuan penetapan stok obat awal)
4.   Harapan masyarakat atas keberadaan apotek (harapan-harapan inilah yang berusaha Anda penuhi sehingga Anda mampu memperoleh pelanggan tetap lebih awal dan mereka berpotensi untuk memberikan informasi tentang pelayanan Apotek kita kepada tetangganya (secara getok tular). Bila informasi ini menjadi viral dan diperbincangkan banyak orang, sungguh Anda sangat beruntung.
Demikian sedikit pengetahuan yang insyaAllah bermanfaat untuk membangun kredibilitas profesi apoteker dan membantu meningkatkan potensi penjualan bisnis Apotek yang sedang di urus.

Apoteker ga boleh BT yaaa...

Menimbang Franchise Apotek



Apotek Franchise atau Apotek Indie

Mau bisnis sambil beramal untuk peningkatan gairah perekonomian Indonesia? 
bisa buka Apotek lho... insyaAllah.

Nah, kalau mau buka, pilih mana? apotek sendiri atau franchise?
Bagi Anda yang berniat membuka Apotek, pasti akan dihadapkan dengan 2 pertimbangan ini. Mau buka dengan brand baru (indie) atau dengan brand yang sudah dikenal? Masing-masing ada kelebihan dan kekurangan, diantaranya :
Parameter
(7 Pilar Apotek)
Apotek Indie
Apotek Franchise
Visi & Misi
Bebas sesuai idealisme Anda
Terikat pada aturan baku.
Lokasi & Pemetaan
Fleksibel, bisa dibangun secara bertahap.
Harus memenuhi kriteria baku yang dipersyaratkan oleh sistem Franchise.
Sumber Daya Manusia
Pribadi
Rekrutmen oleh HR yang handal.
Studi Kelayakan
Pribadi
Dilakukan oleh tim Franchise
Permodalan
Fleksibel, bisa bertahap & bisa ditekan (minimal)
Modal Besar, kadang ada royalty fee, perlu modal cadangan yang besar pula.
Perizinan
Pribadi
Dilakukan dan dibantu oleh tim Franchise
Bussiness Process & SOP
Pribadi
Sudah terstandard dan valid.

Kelebihan utama menggunakan brand Apotek Franchise :
1.       Lebih mudah mendapatkan kepercayaan pembeli atau calon pelanggan.
2.       Target penjualan, pencapaian BEP dan ROI lebih mudah diprediksi.
3.       Mendapatkan bimbingan lengkap, termasuk dalam melakukan rekrutmen Apoteker dan tenaga teknis kefarmasian. Ini layak dipilih bagi investor bermodal kuat namun masih awam dengan bisnis Apotek.
4.       Risiko usaha dapat diperhitungkan.
5.       Beaya trial and error dapat diminimalkan.
Kelebihan penting menggunakan brand Apotek sendiri (Indie) :
1.       Modal lebih terjangkau (khususnya bagi Apoteker miskin seperti saya).
2.       Udah, itu saja..hampir tidak ada kelebihan yang lain.. selamat berjuang, kawan. Ganbatte!!!
Kenapa saya memilih mendirikan Apotek Indie / Pribadi?
1.       Modal saya terbatas, tidak pernah bermimpi mengawali bisnis Apotek dari Franchise.
2.       Target Market saya bukan market yang mementingkan suatu brand tertentu sebagai pertimbangan dalam membeli.
3.       Improvisasi, kepuasan dalam learning process dan kebahagiaan dalam berkarya.
4.       Saya bisa memilih sistem kerja yang paling sesuai dengan pribadi saya. Karena saya Apoteker dan saya harus nyaman serta fleksibel dalam berbagai kebijakan Apotek saya. Anda perlu tahu bahwa kini Apotek waralaba tidak sepenuhnya dikelola oleh pemilik modal (franchisee) namun tetap dikelola oleh pihak pemberi franchise.
Sekarang, giliran Anda yang menentukan sikap. Mau Apotek Indie atau Apotek Franchise?
Catatan :
1.       Saya melampirkan penawaran Apotek Franchise yang bagus untuk Anda ikuti di halaman belakang buku yang saya tulis.
2.       Mungkin modal Anda tidak besar namun perlu bimbingan pendirian Apotek. Karena itu, saya juga melampirkan daftar kontak konsultan pendirian Apotek yang dapat diandalkan untuk membantu Anda.
 
contoh Apotek Franchise yang ingin saya ikuti dulu
======================
Canda dengan pembeli, semoga berkesan dan jadi pelanggan, silakan dicoba :
Saya : “Maaf, dengan mba siapa?”
Pembeli : “Saya Tutik.”
Saya : “Oh, lahirnya bulan maret ya?”
Pembeli : “Lho kok bisa pas nebaknya?”
Saya : “ini hukum statistika. Survey membuktikan kebanyakan nama Tutik lahir pada bulan maret. Hehehe.. Semoga sehat terus ya, Mba Tutik.”
Pelanggan : “Amiin.”